Vera Methalina Afma

Dosen Tetap Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Riau Kepulauan Batam

 ABSTRAK

            Penjadwalan produksi merupakan hal yang sangat penting dalam suatu perusahaan, karena dengan penjadwalan produksi yang optimal diharapkan dapat memperlancar proses produksi, antara lain dapat meminimalkan waktu total produksi atau menjaga ketepatan due date dari sebuah produksi. Perusahaan XYZ merupakan salah satu perusahaan elektronika yang memproduksi PCBA (Printed Circuit Board Asssembly). Salah satu jenis produk yang dibuat oleh perusahaan ini adalah produk RS2 dan RSXP yang mempunyai karakteristik produk high mixed high volume.

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang terbaik yang dapat diterapkan oleh perusahaan untuk proses penjadwalan produksi. Penelitian ini membandingkan ketiga metode yang ada yaitu metode heuristik (metode NEH dan CDS) serta programa dinamis sehingga produk sampai tepat waktu di tangan konsumen (On Time Delivery / OTD = 100%). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui berapa besar peningkatan OTD (On Time Delivery) dan biaya yang dapat dihemat dalam penjadwalan produk RS2 dan RSXP menggunakan metode heuristik dan programa dinamis dibandingkan dengan metode penjadwalan produksi sebelumnya.

Kata kunci :     penjadwalan produksi, produk high mixed high volume, On Time Delivery (OTD)

 

  1. 1.    PENDAHULUAN

Penjadwalan produksi merupakan komponen yang sangat penting dalam sebuah proses produksi, karena dengan penjadwalan produksi yang optimal diharapkan dapat memperlancar proses produksi, antara lain dapat meminimalkan waktu total produksi atau menjaga ketepatan due date dari sebuah produksi, dengan waktu produksi seminimal mungkin, maka diharapkan adanya keuntungan yang ditimbulkan (Luddy, 2000). Penjadwalan juga merupakan suatu masalah yang bersifat dinamik yang bisa terjadi dimana saja, seperti di bidang manufaktur, jasa dan informasi. (Gupta, 2002) termasuk perusahaan elektronika. Menurut Kobza, et al (2002), perusahaan elektronika termasuk salah satu jenis perusahaan yang cukup vital seperti perusahaan telekomunikasi dan komputer.

Perusahaan XYZ merupakan salah satu perusahaan elektronika yang memproduksi PCBA (Printed Circuit Board Asssembly). Salah satu jenis produk yang dibuat oleh perusahaan ini adalah produk RS2 dan RSXP yang mempunyai karakteristik produk high mixed high volume. Untuk proses penjadwalan produksi, perusahaan hanya menerapkan metode trial dan error serta berdasarkan pengalaman saja. Hal ini seringkali mengakibatkan keterlambatan produk sampai ke tangan konsumen. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian untuk menentukan metode penjadwalan yang tepat dari metode yang ada yaitu metode heuristik (metode NEH dan CDS) serta programa dinamis sehingga produk sampai tepat waktu di tangan konsumen (On Time Delivery / OTD = 100%). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui berapa besar peningkatan OTD (On Time Delivery) dan biaya yang dapat dihemat dalam penjadwalan produk RS2 dan RSXP menggunakan metode heuristik dan programa dinamis dibandingkan dengan metode penjadwalan produksi sebelumnya.

 

  1. 2.    GAMBARAN UMUM PRODUK RS2 DAN RSXP

Produk RS2 dan RSXP termasuk salah satu produk PCBA (Printed Circuit Board Assembly) yang ada di perusahaan elektronika XYZ. Kedua produk ini termasuk produk yang memiliki karakteristik high mixed high volume. Untuk RS2, terdiri dari beberapa famili yaitu famili 42, 43, 46, 48, 50 dan 53 yang merupakan assembly drive. Famili 44, 47, 49, 51, dan 52 yang termasuk single drive dengan total produk RS2 sebanyak 366 project number. Sedangkan RSXP terdiri dari 2 famili yaitu famili 54 dan 55 dengan 119 project number yang masing-masingnya terdiri dari assembly drive.

Strategi proses manufaktur yang diterapkan di perusahaan XYZ adalah flow shop,dimana penyusunan mesin-mesin untuk layout produk disusun berdasarkan proses produksi dari produk. Proses pembuatan produk di perusahaan elektronika diawali dengan pembuatan board atau juga dikenal dengan PCB (Printed Circuit Board).Untuk produk RS2 dan RSXP juga mengalami proses produksi yang sama. Berikut ini proses produksi pada produk RS2 dan RSXP. Untuk single drive dan motor drive, proses yang dilalui adalah line SMT bottom side (terdiri dari mesin printing – Chip Placement Machine – IC Placement machine – oven – Automatic Optical Machine (AOI)) – Line SMT top side (terdiri dari mesin printing – Chip Placement Machine – IC Placement machine – oven – Automatic Optical Machine (AOI)) – mesin wave – manual solder – ICT – FCT – mesin coating – Final Visual Inspection. Sedangkan assembly drive terdiri dari main board dan motor drive. Untuk proses produksi assembly drive dilakukan dengan merakit motor drive dengan main board, kemudian di ICT – FCT – Final Visual Inspection

 

  1. 3.    PENJADWALAN N JOBS, SERIAL MACHINES

Algoritma yang digunakan dalam penjadwalam n jobs pada serial machine ini adalah

  1. Algoritma Jhonson

Step 1. Tentukan waktu proses yang terpendek diantara seluruh job dalam daftar job yang akandiproses.

Step 2a. Bila waktu proses terpendek berada dimesin M1, maka jadwalkan job dengan waktu terpendek itu pada posisi paling kiri pada urutan yang dimungkinkan, danlanjutkan keStep 3.

Step 2b. Bila waktu proses terpendek berada dimesin M2, maka jadwalkan job dengan waktu terpendek itu pada posisi paling kanan pada urutan yang dimungkinkan, dan lanjutkan ke step 3

Step 2c. Bila terdapat beberapa nilai waktu proses terpendek, maka pilih sembarang; dan jadwalkan job dengan waktu proses terpilih diposisi paling kiri atau kanan sesuai dengan keberadaan waktu proses terpilih tersebut.

Step 3.Keluarkan job yang sudah dijadwalkan dari daftar job. Bila masih ada job yang belum dijadwalkan, maka kembali ke Step 1.Bila seluruh job sudah dijadwalkan maka stop.

  1. Algoritma CDS (Campbell, Dudek dan Smith)

Aturan CDS dikembangkan untuk menangani  n pekerjaan yang dikerjakan pada m mesin  secara berurutan, dan berbasis Jhonson’s Rule. Langkah- langkah dalam algoritma CDS adalah (Dian, 2007) :

1. Set K = hitung t*i,1 dan t*i, 2

i. t* i,1 = S t i,k t* i,2 = S t i,m-k+1

2. Gunakan algoritma Johnson untuk melakukan pengurutan pekerjaan, dimana ti,1 = t*i,1 dan ti,2 = t*i,2. Kemudian hitung makespan untuk jadwal tersebut.

3. Jika K = (m – 1) berhenti; pilih jadwal dengan makespan terkecil. Jika K= (m – 1), K = K+1 dan kembali ke langkah 1

Algoritma CDS ini dimulai dari iterasi j = 1 dan berhenti jikan iterasi j = m-1.

Perhitungan algoritma CDS yang sistematis dapat dilihat pada Tabel 1